Akupun siap memulai pelajaran, tak sabar aku memulai hidup baru *ciye kesannya seperti mau nikahan aja*, isi tas ku keluarkan semua dari pensil, rautan, penggaris, dan buku bak tentara yang bertempur di medan perang. Ibu guru di depan menjelaskan peraturan yang harus dipatuhi di kelas kami, tidak seperti waktu di TK yang semaunya kita. karena saking semangatnya aku hingga tak menyadari di sekelilingku, wah parah aku ternyata aku duluan mengeluarkan perlengkapan belajarku, padahal pada saat itu bu guru belum memulai pelajarannya.
Seorang anak yang kebetulan adalah teman sebangku ku kemudian menyapa ku *Lho kamu kok rajin sekali* dengan nada pelan aku menjawab, *iya aku kira dah mulai pelajarannya* saat itulah aku berkenalan dengan dia. namanya ferry kurniawan dengan panggilan ferry. sebelumnya aku sempat kaget karena nama belakangnya seperti nama kakak sepupuku, cuma bedanya yang satu kurniawan untuk cowok sedangkan kurniawati untuk cewek.
Ferry adalah teman baruku, ternyata rumahnya juga tak jauh dari rumahku hanya beda komplex. kalau aku komplex perhubungan dan ferry komplex penerangan. Ferry anaknya lugu banget dan sepertinya pemalu. Kita pun mulai akrab dan selalu sama-sama.
Minggu, 22 Maret 2009
Sabtu, 21 Maret 2009
Teman Baru atau Teman Lama
Wah perasaan yang bercampur aduk, malu karena terlambat dengan keringat yang meluncur perlahan dari akar rambutku.. Sambil diam-diam ku ayunkan lenganku mengusap dahiku agar keringat itu tak berlomba seperti orang bermain ski salju. Waduh apa kata teman-teman baruku nanti. Seorang wanita berbadan besar dan putih menyapaku *Nak kenapa kau terlambat? bukankah tadi kau yang pingsan saat upacara bendera itu?* Mampus celaka 12 kenapa wanita itu yang lebih pantas di panggil ibu itu membuat aku tambah mati gaya. Sambil menundukkan kepala aku menjawab *iya benar bu*. Tetapi ibu itu untungnya tidak memarahi ku, beliau malah mempersilahkankan aku masuk dan menyuruhku untuk memperkenalkan diri di depan kelas.
Kuangkat perlahan kepalaku, bak matahari yang terbit di pagi hari. Pandanganku masih terpaku ditengah tak melihat kanan maupun kiri dan aku mulai memperkenalkan diri. Dengan nada perlahan dan semakin lama semakin kukeraskan suaraku *Nama saya : Aris Setiawan, Lulusan : Taman Kanak-Kanak Tut Wuri Handayani, senang berkenalan dengan teman-teman semua* Aghhh leganya aku.. Kemudian ibu itu menghampiriku dan merangkulku, beliau memperkenalkan dirinya. Nama ibu yang baik hati itu *untuk sementara ini* Namanya : Bu Erni, ternyata adalah guru sekaligus wali kelas aku. Kemudian ibu guru menunjuk di mana aku harus duduk.
Sambil berjalan aku melihat satu demi satu anak-anak yang berada dalam kelas itu, wajah anak-anak itu sebagian besar seperti tidak asing. sebagian besar murid-murid yang berada dikelasku adalah teman komplex ku sendiri. Komplex perhubungan yang tak jauh dari sekolah ku berada.
Kuangkat perlahan kepalaku, bak matahari yang terbit di pagi hari. Pandanganku masih terpaku ditengah tak melihat kanan maupun kiri dan aku mulai memperkenalkan diri. Dengan nada perlahan dan semakin lama semakin kukeraskan suaraku *Nama saya : Aris Setiawan, Lulusan : Taman Kanak-Kanak Tut Wuri Handayani, senang berkenalan dengan teman-teman semua* Aghhh leganya aku.. Kemudian ibu itu menghampiriku dan merangkulku, beliau memperkenalkan dirinya. Nama ibu yang baik hati itu *untuk sementara ini* Namanya : Bu Erni, ternyata adalah guru sekaligus wali kelas aku. Kemudian ibu guru menunjuk di mana aku harus duduk.
Sambil berjalan aku melihat satu demi satu anak-anak yang berada dalam kelas itu, wajah anak-anak itu sebagian besar seperti tidak asing. sebagian besar murid-murid yang berada dikelasku adalah teman komplex ku sendiri. Komplex perhubungan yang tak jauh dari sekolah ku berada.
*1C* aku datang.....
Usai sudah upacara bendera dan aku bergegas berdiri dan berjalan menuju ke kelasku. Aku tak tau arah tujuan yang penting aku menuju kelasku dengan pedenya*berpikir kelasnya hanya sedikit seperti di TK* ternyata, Waduh aku tersesat dan bingung dimana kelasku, ternyata kelas satu pada saat itu ada tiga kelas *1A, 1B, 1C* wah aku belum liat pembagian kelas pula, aku berlari dan menabrak seseorang yang ternyata adalah penjaga sekolah yang sedang membawakan minuman untuk para guru. *Gubrak* aku meminta maaf dan berkenalan dengan beliau, namanya beliau adalah pak Joseph. maaf pak ujarku, dan sepertinya pak joseph tau bahwa aku sedang kebingungan. dan dia bertanya *apa yang kamu cari nak?* waduh pertanyaanya seperti aku kehilangan barang saja* Betapa malunya aku ketika ku jawab mencari kelas, seperti orang hilang saja. Pak joseph pun tersenyum kecil sambil berkata di pojok dekat ruangan kepsek yang bersebelahan dengan ruang UKS yang tadi aku tempati. Maksih pak, aku pun bergegas menuju papan pengumuman.
Mataku tertuju ke papan tulis dan melihat namaku ada di kolom kelas 1C *menggelegar rasanya*.. Seperti kelas buangan saja, biasanya yang bagus khan A sedengan B tapi aku malah mendapatkan kelas C.. Ahh masa bodoh yang penting aku masuk dulu karena aku sudah terlambat, aku berlari kembali menuju kelasku sambil melihat papan nama kelas yang berada di atas pintu masuk kelas. Akhhirnya....
Mataku tertuju ke papan tulis dan melihat namaku ada di kolom kelas 1C *menggelegar rasanya*.. Seperti kelas buangan saja, biasanya yang bagus khan A sedengan B tapi aku malah mendapatkan kelas C.. Ahh masa bodoh yang penting aku masuk dulu karena aku sudah terlambat, aku berlari kembali menuju kelasku sambil melihat papan nama kelas yang berada di atas pintu masuk kelas. Akhhirnya....
Penyambutan VIP Untukku???
Berjalan menuju ke sekolah dengan perlengkapan yang serba baru dari baju seragam baru, tas baru, sepatu baru, buku-buku serta perlengkapan tulis yang baru dan botol minum yang baru... tentunya terasa canggung ketika berjalan menuju sekolah.. tapi semakin lama semakin terbiasa.
Tepatnya pada hari senin saat berlangsungnya upacara bendera, aku tak sabar menuju ke sekolahku yang baru, yang letaknya tidak jauh dari rumahku. Aku tak lagi berjalan tetapi aku berlari dengan semangat yang menggebu-gebu dengan membawa tas ku yang terbilang sangat besar pada saat itu *apa tubuh ku yang kekecilan* Semakin dekat serasa jantungku berdebar semakin cepat, gimana tidak setelah berlari cukup lama nafas ku terengah-engah dan semakin berdebar jantungku ketika seorang guru yang wajahnya sangar memanggilku *CEPAT KAMU TERLAMBAT* tatapannya seperti mau menerkamku yang tatkala pada saat itu aku datang seorang diri *melihat teman-teman baru yang di dampingi orang tuanya*. karena orang tuaku juga adalah seorang guru dan pegawai perhubungan (PNS) tentunya mereka tak dapat mengantarku, tetapi itu tak membuat aku kehilangan semangat.
Akhirnya aku memasuki gerbang sekolahku untuk pertama kali, dan langsung mengikuti upacara bendera. berdiri di belakang dengan barisan yang kalau di bilang pada saat itu sangat kacau barisannya. *Gila lama banget upacaranya padahal aku sudah terlambat*. Panas pagi yang sangat terik pada saat itu membuatku mataku berkunang kunang, pandangan semakin kabur dan aku *gubraak* aku terjatuh pingsan.. *kehilangan moment penyambutan anak baru*
Tersadar ku sudah berada di ruang UKS, perlahan demi perlahan mataku ku buka dan melihat seseorang guru menyodorkan minyak kayu putih di depan hidungku *ujarnya biar cepet sadar* tapi *crooot* minyak kayu putih itu tumpah mengenai hidung dan mulutku... Aseeem. lalu di usapkan kain kering ke arah hidung dan mulutku yang terkena minyak kayu putih, dan itulah guru yang pertama kali aku kenal, namanya aku lupa, dia guru olahraga dan berasal dari sumatera utara (BATAK), terlihat sangar tapi hatinya baik *baik si baik tapi hidung dan mulutku tersa panas dan aneh karena ketumpahan minyak kayu putih*
Ternyata penyambutanku yang bisa di katakan penyambutan spesial (VIP) gimana tidak, bebas dari terik matahari dan tidak berdiri pula. Hanya diatas kasur dan di kipas bak seorang raja spesialnya lagi di sediain minum *minyak kayu putih* huff..
Tepatnya pada hari senin saat berlangsungnya upacara bendera, aku tak sabar menuju ke sekolahku yang baru, yang letaknya tidak jauh dari rumahku. Aku tak lagi berjalan tetapi aku berlari dengan semangat yang menggebu-gebu dengan membawa tas ku yang terbilang sangat besar pada saat itu *apa tubuh ku yang kekecilan* Semakin dekat serasa jantungku berdebar semakin cepat, gimana tidak setelah berlari cukup lama nafas ku terengah-engah dan semakin berdebar jantungku ketika seorang guru yang wajahnya sangar memanggilku *CEPAT KAMU TERLAMBAT* tatapannya seperti mau menerkamku yang tatkala pada saat itu aku datang seorang diri *melihat teman-teman baru yang di dampingi orang tuanya*. karena orang tuaku juga adalah seorang guru dan pegawai perhubungan (PNS) tentunya mereka tak dapat mengantarku, tetapi itu tak membuat aku kehilangan semangat.
Akhirnya aku memasuki gerbang sekolahku untuk pertama kali, dan langsung mengikuti upacara bendera. berdiri di belakang dengan barisan yang kalau di bilang pada saat itu sangat kacau barisannya. *Gila lama banget upacaranya padahal aku sudah terlambat*. Panas pagi yang sangat terik pada saat itu membuatku mataku berkunang kunang, pandangan semakin kabur dan aku *gubraak* aku terjatuh pingsan.. *kehilangan moment penyambutan anak baru*
Tersadar ku sudah berada di ruang UKS, perlahan demi perlahan mataku ku buka dan melihat seseorang guru menyodorkan minyak kayu putih di depan hidungku *ujarnya biar cepet sadar* tapi *crooot* minyak kayu putih itu tumpah mengenai hidung dan mulutku... Aseeem. lalu di usapkan kain kering ke arah hidung dan mulutku yang terkena minyak kayu putih, dan itulah guru yang pertama kali aku kenal, namanya aku lupa, dia guru olahraga dan berasal dari sumatera utara (BATAK), terlihat sangar tapi hatinya baik *baik si baik tapi hidung dan mulutku tersa panas dan aneh karena ketumpahan minyak kayu putih*
Ternyata penyambutanku yang bisa di katakan penyambutan spesial (VIP) gimana tidak, bebas dari terik matahari dan tidak berdiri pula. Hanya diatas kasur dan di kipas bak seorang raja spesialnya lagi di sediain minum *minyak kayu putih* huff..
Selasa, 17 Maret 2009
Selamat tinggal si ROBO
Kenangan bersama si ROBO tak pernah terlupakan, wajar saja kemanapun aku pergi pasti ada si ROBO. *ROBO kita akan berpisah* Sebenarnya berat meninggalkan si ROBO, tapi mau bagaimana lagi.. aku terpaksa menggantinya dengan botol minum yang bentuknya rada asing dan tidak menarik *botol transparan dengan label yang membaluti sebagian badan dari botol itu* Aghhh..
Begitulah perpisahanku dengan si ROBO, kata orang tuaku di SD nanti tidak ada yang membawa botol minum seperti itu lagi dan yang membawa botol itu hanya anak TK... Dari pada aku ntar malu karena di kirain anak TK nyasar. khan gak lucu...
Begitulah perpisahanku dengan si ROBO, kata orang tuaku di SD nanti tidak ada yang membawa botol minum seperti itu lagi dan yang membawa botol itu hanya anak TK... Dari pada aku ntar malu karena di kirain anak TK nyasar. khan gak lucu...
Masa TK yang NAAS
Nama ku aris, lengapnya aris setiawan... anak taman kanak-kanak yang sangat beruntung *gimana gak beruntung ibu ku guru taman kanak-kanak ku sendiri* tp perlakuan yang sama dengan anak yang lainnya... Berangkat bareng ibu, eh tapi gak pernah lupa di bawain bekal *wafer superboy dan kue cucur favorit ku* sial gara2 makanan itu jadi naas nasib ku... Gawat gigiku yang belum sempurna tumbuhnya menjadi hitam gak jelas *jadilah aku GITAR "gigi terasi" julukanku semasa kecil. Tak ada yang spesial, tapi yang mengesankan ketika da pertandingan bola aq jadi cadangan, nyanyi di studio RRI backing vokal karena suara ku paling gak bisa menyatu *fals aja ngeles*, tapi aku paling jago namanya maen puzzle gimana nggak secara ibuku punya banyak puzzle di rumah ku *coba da perlombaanya pasti akan ku kalahkan teman-temanku* Hufff...
Kelulusan pun tiba tapi aku gak bisa langsung lulus karena aku masih nol kecil. ah masa taman kanak-kanak harus aku tempuh lagi, *kata ibuku "kamu sekarang kelas O besar"..?* apa hebatnya... Setahun lagi kulalui dengan GITAR ku... tidak ada satu punteman-teman yang ku ingat *maklum ya masih sibuk bermain puzzle, agar kelak aku menjadi juara nasional puzzle dikala remaja nanti* Cita-cita yang aneh tp pernah ada di masa kecilku... wah tiba kelulusan, seneng banget rasanya... *selamat tinggal wafer superboy dan kue cucur* Ada yang lupa aku perkenalkan yang selalu menemaniku selama di taman kanak-kanak *namanya si ROBO* botol minumku yang selalu kubawa... Maafkan aku yang melupakan dirimu... Terimakasih guru Taman kanak-kanak ku *rada lupa dulu aku nangis gak ya semasa perpisahan* tapi masa taman kanak-kanak yang indah.. SD menantiku tapi apakah mungkin si ROBO akan menemaniku?.......
Kelulusan pun tiba tapi aku gak bisa langsung lulus karena aku masih nol kecil. ah masa taman kanak-kanak harus aku tempuh lagi, *kata ibuku "kamu sekarang kelas O besar"..?* apa hebatnya... Setahun lagi kulalui dengan GITAR ku... tidak ada satu punteman-teman yang ku ingat *maklum ya masih sibuk bermain puzzle, agar kelak aku menjadi juara nasional puzzle dikala remaja nanti* Cita-cita yang aneh tp pernah ada di masa kecilku... wah tiba kelulusan, seneng banget rasanya... *selamat tinggal wafer superboy dan kue cucur* Ada yang lupa aku perkenalkan yang selalu menemaniku selama di taman kanak-kanak *namanya si ROBO* botol minumku yang selalu kubawa... Maafkan aku yang melupakan dirimu... Terimakasih guru Taman kanak-kanak ku *rada lupa dulu aku nangis gak ya semasa perpisahan* tapi masa taman kanak-kanak yang indah.. SD menantiku tapi apakah mungkin si ROBO akan menemaniku?.......
Langganan:
Komentar (Atom)

