Wah perasaan yang bercampur aduk, malu karena terlambat dengan keringat yang meluncur perlahan dari akar rambutku.. Sambil diam-diam ku ayunkan lenganku mengusap dahiku agar keringat itu tak berlomba seperti orang bermain ski salju. Waduh apa kata teman-teman baruku nanti. Seorang wanita berbadan besar dan putih menyapaku *Nak kenapa kau terlambat? bukankah tadi kau yang pingsan saat upacara bendera itu?* Mampus celaka 12 kenapa wanita itu yang lebih pantas di panggil ibu itu membuat aku tambah mati gaya. Sambil menundukkan kepala aku menjawab *iya benar bu*. Tetapi ibu itu untungnya tidak memarahi ku, beliau malah mempersilahkankan aku masuk dan menyuruhku untuk memperkenalkan diri di depan kelas.
Kuangkat perlahan kepalaku, bak matahari yang terbit di pagi hari. Pandanganku masih terpaku ditengah tak melihat kanan maupun kiri dan aku mulai memperkenalkan diri. Dengan nada perlahan dan semakin lama semakin kukeraskan suaraku *Nama saya : Aris Setiawan, Lulusan : Taman Kanak-Kanak Tut Wuri Handayani, senang berkenalan dengan teman-teman semua* Aghhh leganya aku.. Kemudian ibu itu menghampiriku dan merangkulku, beliau memperkenalkan dirinya. Nama ibu yang baik hati itu *untuk sementara ini* Namanya : Bu Erni, ternyata adalah guru sekaligus wali kelas aku. Kemudian ibu guru menunjuk di mana aku harus duduk.
Sambil berjalan aku melihat satu demi satu anak-anak yang berada dalam kelas itu, wajah anak-anak itu sebagian besar seperti tidak asing. sebagian besar murid-murid yang berada dikelasku adalah teman komplex ku sendiri. Komplex perhubungan yang tak jauh dari sekolah ku berada.
Kuangkat perlahan kepalaku, bak matahari yang terbit di pagi hari. Pandanganku masih terpaku ditengah tak melihat kanan maupun kiri dan aku mulai memperkenalkan diri. Dengan nada perlahan dan semakin lama semakin kukeraskan suaraku *Nama saya : Aris Setiawan, Lulusan : Taman Kanak-Kanak Tut Wuri Handayani, senang berkenalan dengan teman-teman semua* Aghhh leganya aku.. Kemudian ibu itu menghampiriku dan merangkulku, beliau memperkenalkan dirinya. Nama ibu yang baik hati itu *untuk sementara ini* Namanya : Bu Erni, ternyata adalah guru sekaligus wali kelas aku. Kemudian ibu guru menunjuk di mana aku harus duduk.
Sambil berjalan aku melihat satu demi satu anak-anak yang berada dalam kelas itu, wajah anak-anak itu sebagian besar seperti tidak asing. sebagian besar murid-murid yang berada dikelasku adalah teman komplex ku sendiri. Komplex perhubungan yang tak jauh dari sekolah ku berada.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar